Posts

Showing posts from January, 2019

Bab V Governance

V. Governance Istilah governance yang diterjemahkan menjadi tata kelola belum ada jaman KH Noer Ali hidup. Tapi jika melihat unsur-unsur dan sifat-sifat yang dikembangkan dalam salah satu cabang ilmu manajemen ini, maka teori lama mengenai keorganisasian relevan dengan Teori Governance lahir karena adanya keluhan dari pemangku kepentingan (stake holder) yang tidak diberikan akses untuk berpartisipasi dalam mengontrol dan mengawasi pelaksana (manajemen)

Bab III Aplikasi Pemikiran

III. Aplikasi  Pemikiran Pemikiran KH Noer Ali tentang pengembangan ekonomi disalurkannya pada kelembagaan yang ada pada saat itu. Paling tidak ada dua periode yaitu ketika menjadi pimpinan Masyumi Bekasi. dan ketika memimpin pesantren. 

Bab IV Ekonomi Syariah

Bab IV. Ekonomi Syariah  1. Bunga Bank  Perdebatan tentang hukum bunga bank telah terjadi di berbagai forum kajian ormas Islam. [1] Muhammadiyah telah memulainya dalam forum Majlis Tarjih muktamar tahun 1971 di Situbondo. Majlis Tarjih menyimpulkan bahwa hukum bunga bank adalah "musytabiha". Untuk itu boleh hukumnya mengambil bunga dari bank-bank Pemerintah, tapi tidak boleh dari bank komersial. 

Bab II Konsep Ekonomi

Bab II. Konsep Ekonomi  1. Kampung Syurga, negeri idaman  KH. Noer Alie memang pernah memimpikan kampungnya menjadi kampung syurga. Murid-murid yang belajar agama darinya, menafsirkannya sebagai impian untuk menjadikan kampungnya sebagai pusat pengembangan agama Islam, dimana semua ajaran Islam dilaksanakan secara kaffah. Tapi bagi Noer Alie sendiri, kampung syurga bermakna kampung yang penduduknya sejahtera secara lahir dan batin. Artinya secara ekonomi kampung itu harus cukup sehingga masyarakatnya dapat membiayai sendiri kehidupan lahiriyah, dan secara agamis masyarakat bersandar kokoh kepada aqidah, syariah dan akhlaq. Ia mengumpamakan masyarakat kampung seperti itu memiliki “kampung yang bersih dan teratur; sawah yang airnya cukup dan panen yang berlimpah, dengan penduduk yang rajin beribadah dan berzikir kepada Allah SWT.” 

Bab I Pendahuluan

Bab I. Pendahuluan  Pribadi Lengkap  Tidak mudah menulis pemikiran seseorang yang telah wafat. Tidak mungkin misalnya melakukan wawancara. Apalagi yang bersangkutan tidak meninggalkan jejak berupa buku atau artikel di majalah dan koran. Yang tertinggal darinya hanyalah apa yang diceritakan orang lain tentangnya dan tidak bisa lagi dikonfirmasi.  Tapi tidak demikian halnya dengan KH. Noer Alie. Kiai yang amat popular di kalangan masyarakat Bekasi dan Jawa Barat ini, meskipun tidak meninggalkan tulisan, tapi ajarannya masih melegenda. Beliau telah menghadap Yang Kuasa, tapi kenangan dan cerita tentangnya begitu hidup di kalangan murid, sahabat dan bahkan cucu-muridnya. Hal ini dikarenakan pengabdian beliau yang nyaris tidak terhenti sepanjang hidupnya, terutama bagi perbaikan dan pengembangan masyarakat. Mulai dari keterlibatannya dalam revolusi fisik melawan penjajah Belanda, menjadi Ketua Dewan Pemerintahan Kabupaten Bekasi, mendirikan lembaga pendi...

Index Tulisan

KH. NOER ALIE DAN EKONOMI Cecep Maskanul Hakim I. Pendahuluan II. Konsep Ekonomi 1. Kampung Syurga 2. Pembangunan 3. Pasar 4. Kebebasan Ekonomi