Bab II Konsep Ekonomi


Bab II. Konsep Ekonomi 

1. Kampung Syurga, negeri idaman 

KH. Noer Alie memang pernah memimpikan kampungnya menjadi kampung syurga. Murid-murid yang belajar agama darinya, menafsirkannya sebagai impian untuk menjadikan kampungnya sebagai pusat pengembangan agama Islam, dimana semua ajaran Islam dilaksanakan secara kaffah. Tapi bagi Noer Alie sendiri, kampung syurga bermakna kampung yang penduduknya sejahtera secara lahir dan batin. Artinya secara ekonomi kampung itu harus cukup sehingga masyarakatnya dapat membiayai sendiri kehidupan lahiriyah, dan secara agamis masyarakat bersandar kokoh kepada aqidah, syariah dan akhlaq. Ia mengumpamakan masyarakat kampung seperti itu memiliki “kampung yang bersih dan teratur; sawah yang airnya cukup dan panen yang berlimpah, dengan penduduk yang rajin beribadah dan berzikir kepada Allah SWT.” 

Impian ini tidak terlalu muluk bagi orang yang pernah membaca filsafat dan menemukan konsep Madinatul Fadhilah Alfarabi. Bedanya, banyak orang memandang konsep Alfarabi itu sebagai utopis.  Misalnya saja sebuah negara idealnya dipimpin oleh seorang nabi. Padahal secara realitas masa kenabian sudah berakhir dengan wafatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir.  


KH. Noer Alie mencontohkan sendiri bagaimana tujuan itu harus dicapai. Tidak jarang ia mencangkul sendiri kebunnya untuk ditanami berbagai tanaman. Ia juga turun ke sawah bersama petani untuk menanam benih padi, memanennya tatkala musimnya tiba. Ketika pemerintah daerah datang menawarkan bantuan, ia meminta mereka memperbaiki saluran air dan memastikan tersedianya bibit tanaman dan pupuk. Ia bahkan merelakan tanah di sekitar pondok pesantren dijadikan “basecamp” sebuah developer untuk pembangunan infrastruktur berupa jalan aspal dari Ujungharapan ke Babelan. Ia juga yang mempelopori pembangunan jalan tembus dari Ujungharapan ke Teluk Pucung dan dari Ujungharapan ke Kebalin, dua desa di sebelah timur Ujungharapan. 



2. Kebebasan Ekonomi 


3. Pembangunan 

Pembangunan ekonomi dimulai dari pembangunan sumber daya manusia baik disisi mikro maupun makro. Konsep Kiai Noer Alie dalam soal SDM adalah pinter dan bener. Pinter artinya secara intelektual maju, sedangkan bener artinya agamanya baik.


4. Pasar 

KH Noer Alie mengikuti ide ekonomi tentang pasar sebagai sesuatu yang alami. Artinya pasar bukanlah sesuatu yang diciptakan, sesuai permintaan dan penawaran. Ia menganggap penciptaan pasar inpres seperti yang dilakukan pada masa Orde Baru adalah pemaksaan kepada ide kebebasan berusaha. Menurutnya orang mau jualan dimana keq yang enak buat dia, ya terserah dia. Yang penting tidak mengganggu hak orang jalan kaki dan hak lainnya.

Banyak orang berfikir agama itu hanya masalah shalat zakat puasa dan haji. Oleh karena ucapan KH. Noer Alie tentang urusan pasar membuat orang penasaran mengapa kiai membahas hal itu. Umumnya orang belajar fiqih juga cuma sampai pada rukun Islam. Tidak sampai kepada membahas masalah muamalah.




Comments

Popular posts from this blog

Bab V Governance

Bab IV Ekonomi Syariah